Minggu, 20 November 2011

Air Gambut diolah Menjadi Air Bersih


Salah satu poin dari target MDGs (Sasaran Pembangunan Millennium) pada 2015 adalah memenuhi  layanan dasar kebutuhan manusia, salah satunya air bersih. Maka dari itu, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) membantu Pemerintah untuk mencapai target MDGs tersebut dalam bidang pelayanan air bersih bagi masyarakat marginal, termasuk masyarakat di daerah bergambut.
Karakteristik air gambut jika dilihat dari segi fisik memiliki warna kehitaman dan dari segi kimia memiliki tingkat kandungan organik yang tinggi dan keasaman yang tinggi. Hal ini membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi. Maka, LIPI akan mengaplikasikan teknologi barunya yaitu alat yang dapat merubah air gambut menjadi air bersih yang layak digunakan.
Mengingat sebagian  besar daerah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit Batu adalah bergambut, maka ketersediaan air bersih di daerah ini sangat minim. Ternyata masyarakat di daerah bergambut ini tidak memiliki akses lain untuk mendapatkan air bersih, mereka harus menggunakan air gambut tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut penelitian, air yang memiliki tingkat keasaman yang tinggi, seperti air gambut, tidak baik untuk dikonsumsi. Ini akan mempercepat pengkeroposan gigi dan tulang, khususnya tulang tengkorak.
Rencana LIPI terhadap lahan gambut yang ada di daerah Cagar Biosfer ini adalah meletakkan alatnya di salah satu lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya. “Kami sudah lakukan survei sebelumnya. Untuk uji coba pertama kali, kami meletakkan alat ini di desa Tanjung Leban. Sembari alatnya disiapkan, kami sudah membuat pondasi untuk meletakkan alat ini. Mudah-mudahan pada Desember nanti sudah dapat berfungsi,” jelas DR. Ignasius D.A. Sutapa, M.Sc, sebagai Chemical & Environmental Technology Scientist, LIPI.
Dia juga menambahkan, satu unit alat ini bisa dipakai untuk 100 kepala keluarga, dengan rata-rata satu keluarga terdiri dari empat orang. Jika alat ini bisa berjalan dengan baik, dan masyarakat merasa cocok, maka nanti akan ditambah untuk daerah-daerah gambut yang lain di kawasan Cagar Biosfer ini.(risky-gsj)



0 komentar: