Jumat, 18 November 2011

Santai, Memancing di Tasik

Aktivitas masyarakat GSK BB tak jauh dari alam. Selain menganyam rotan, menyalai ikan hasil tangkapan, menderes karet, memancingpun merupakan sebuah budaya. Budaya yang berawal dari sebuah kebiasaan, karena masih menghargai peradaban, hubungan masyarakat dengan alam begitu tergambar. Masyarakat biasa memancing diwaktu senggang, hanya untuk melepas penat. Namun, jika mereka ingin menangkap ikan untuk kebutuhan makan atau untuk dijual, mereka menggunakan alat penangkapan ikan berupa lukah yang terbuat dari bambu. Berbeda saat dengan memancing, mereka hanya menggunakan mata kail dengan batangan bambu kecil.
Sembari santai dan menghabiskan waktu, kegiatan masyarakat GSK BB berbilai positif. Memancing bukanlah hal yang luar biasa, karena di kota pun masyarakat biasa memancing di kolam pancing. Berbeda suasananya dengan masyarakat GSK BB yang memancing di tasik-tasik, suasana memancing dekat dengan alam membuat keharmonisan mereka dengan alam semakin saja. Sebab, mereka tidak merusak alam dengan menggunakan racun atau bahan kimia yang berbahaya. Bahkan jika dibandingkan dengan masyarakat yang memancing di kota, mungkin terbiasa memancing menggunakan alat-alat atau umpan pancing yang modern.
Selain hasil pancingan bisa untuk dimakan, kebiasaan tersebut juga menjalin silaturrahim antara manusia dan alam. Tanpa dipikir, secara langsung menghargai alam dengan menggali hasil alam yang ada merupakan sesuatu yang luar biasa manfaatnya. Kehidupan masyarakat GSK BB menggambarkan kesederhanaan, bila dipandang sekilas, perlengkapan, peralatan, alat-alat pekerjaan serta bangunan mereka menggunakan hasil alam. Hal itu mencerminkan begitu besarnya manfaat lam jika digunakan sesuai kebutuhan dan tidak merugikan.
Namun, kebiasaan memancing ini hanya dilakukan oleh masyarakat yang umumnya sudah berumur, karena memancing adalah hal yang bisa mereka lakukan disela masa tua mereka untuk mengisi waktu santai di sore hari. Menggunakan peralatan memancing yang sederhana, dan santai menjelang waktu sore habis diatas sampan kayu. (pia-gsj/new)


0 komentar: