Minggu, 20 November 2011

Pelepasliaran Macan Dahan

Macan Dahan Sumatera termasuk binatang yang langka dan terancam kepunahan. Oleh International union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist, dimasukkan dalam status konservasi “Terancam Punah” (Endangered). Juga diklasifikasikan dalam Apendix I oleh  Convention for the Trade on Endangered Fauna and Flora (CITES).
Populasi Macan Dahan Sumatera Neofelis diardi diardi lebih memprihatinkan, hanya tinggal sekitar 3.000 hingga 7.000 ekor. Langkanya Macan Dahan ini lebih disebabkan oleh berkurangnya hutan sebagai habitat tempat tinggal dan berburu mereka, akibat kebakaran hutan maupun pembalakan liar.
Selain itu juga dikarenakan oleh perburuan yang dilakukan manusia untuk mengambil kulit dan taringnya. Macan Dahan Borneo dan Sumatera, pemilik taring terpanjang yang baru teridentifikasi sebagai spesies baru pada tahun 2007 kini telah terancam kepunahan. Apakah spesies endemik pulau Kalimantan dan Sumatera ini teridentifikasi hanya untuk punah dan hanya meninggalkan sebuah nama?
Menjawab pertanyaan tersebut, maka di Riau memiliki hutan alam rawa gambut seluas  178.000 hektare di dalamnya terdapat dua status kawasan konservasi yaitu Suaka Margasatwa yang membentuk lansekap yang solid sebagai jalur teritorial satwaliar, memiliki  kebutuhan pendukung habitat satwa liar antara lain  sumber air, hewan buruan bagi satwa predator seperti babi hutan, napu, primata dan tegakan-tegakan pohon penghasil buah.
Kawasan itu adalah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu.  BKKSDA YPHS, dan Flagship Conservation-Sinarmas Forestry merekomendasikan area inti Cagar Biosfer dijadikan sebagai kawasan pelepasliaran/relokasi bagi satwaliar termasuk macan dahan yang tertangkap.
Proses evakuasi mengikuti prosedur dengan mengutamakan keselamatan baik tim maupun satwaliar tersebut. Di mana aksesbilitas melalui sungai bukit batu mengunakan perahu kayu “pompong” dengan jarak tempuh dua jam. begitu tiba dilokasi tim segera melakukan pelepasliaran dengan teknik catrol up door,  dengan tujuan keselamatan,  kedua sisi dekat pintu keluar dipasang 2 camera trap untuk dokumentasi dan akhirnya proses pelepasliaran itu berjalan dengan lancar.(Risky-gsj/new)




0 komentar: